Rss

Selasa, 09 November 2010

Tawakal

Tingkatan-tingkatan tawakal antara lain: tawakal level awwam, tawakal khawas, tawakal khawasul khawas.

Tawakal berasal dari kata “wakal” yang berarti “mewakilkan”. “Tawakkal” berarti memberikan perwakilan, kepasrahan, dan penyerahan diri kita kepada Allah. “Tawakkal” ialah menyamakan yang ada pada diri manusia, banyak ataupun sedikit.

Dengan kata lain, sepanjang kita masih mau membedakan yang banyak dan yang sedikit di dalam diri kita, maka kita bukanlah orang yang bertawakal. Biasanya kalau kita diberikan banyak, maka kita berterima kasih, tetapi jika diberi sedikit ataupun tak diberi, maka kita mengeluh. Kata-kata banyak dan sedikit bagi orang yang sudah bertawakal kepada Allah tidak lagi menjadi signifikan. Sudahkah kita seperti ini?

Pendapat lain menyatakan, bahwa tawakal adalah menanggalkan keinginan yang bersifat abstrak.

Ada orang yang hidup dengan angan-angan, bercita-cita untuk menjadi ini dan itu. Orang yang bertawakal takkan dibuai oleh angan-angan. Orang yang bertawakal angan-angannya hanyalah ingin menyerahkan dirinya dan Allah menerima dirinya.

Tawakal ialah ketetapan seorang hamba bersama Allah tanpa ketergantungan. Kalau kita masih tergantung kepada makhluk Allah, maka ini bukanlah tawakal.



Seorang istri takkan menggantungkan nasib sepenuhnya kepada suaminya. Demikian pula sebaliknya. Seorang karyawan takkan menggantungkan diri sepenuhnya kepada pimpinannya. Dia tergantung sepenuhnya kepada Allah.

Tawakal ialah menyempurnakan keyakinan kepada Allah. Keyakinan itu takkan terjadi kecuali dengan berbaik sangka kepada Allah, dan mempercayai sepenuhnya terhadap rezeki yang dijanjikan, serta meridhai terhadap ketentuan yang berlaku dari qadha’ dan qadarnya. Jika keyakinan seperti ini sudah sempurna di dalam hati kita, maka inilah yang dinamakan sebagai “tawakkal”.
Selama kita masih mengira-ngira negatif terhadap qadha’ dan qadar Tuhan, berburuk sangka terhadap Tuhan, kecewa terhadap pemberian Tuhan, maka kita tidak termasuk sebagai orang yang “mutawakkilin”.

Tawakal ialah menyempurnakan keyakinan kepada Allah. Kalangan para sufi menganggap, bahwa tawakal adalah “maqam puncak” (anak tangga puncak).

From:Aditya


Zuhud


sebagian masyarakat muslim beranggapan bahwa orang zuhud adalah orang yang dalam hidupnya telah meninggalkan dunia.ia hidup ditempat yang sepi dan bekerja hanya beribadah.ia tidak memikirkan tentang dunia.benarkah anggapan yang demikian itu? bagaimana zhud yang sebenarnya? berikut ini akan dipaparkan pengertian zuhud dan seluk beluknya.

dari segi bahasa zuhud berarti meninggalkan,tidak suka,atau menjauh kan diri.dalam pengertian istilah,zuhud adalah kondisi mental seseorang mengabdikan didr kepada allah secara berlebihan.


Ada 3 tingkatan zuhud yaitu:
1. Tingkat Mubtadi' (tingkat pemula) yaitu orang yang tidak memiliki sesuatu dan hatinya pun tidak ingin memilikinya.
2. Tingkat Mutahaqqiq yaitu orang yang bersikap tidak mau mengambil keuntungan pribadi dari harta benda duniawi karena ia tahu dunia ini tidak mendatangkan keuntungan baginya.
3. Tingkat Alim Muyaqqin yaitu orang yang tidak lagi memandang dunia ini mempunyai nilai, karena dunia hanya melalaikan orang dari mengingat Allah. (menurut Abu Nasr As Sarraj At Tusi)

Minggu, 04 Oktober 2009
TUGAS AGAMA ISLAM
Diposkan oleh blog brinaldy sharqie di 02:23 1 komentar
1. sebutkan dan jelaskan arti dari qalqalah sugro...?
2. tuliskan contoh dari seluruh huruf qalqalah kubro...?
3. tuliskan 4 kitab serta rasul penerimanya dan ringkasan isi kitab suci
tersebut...?
4.Tuliskan Dahlil (Bukti Dari Alquran) Tentang Kitab-Kitab Suci Beserta Arti NYa?


JAWABANYA

1.Qalqalah secara bahasa, artinya at-taharruk wal-idtirab (bergerak dan gemetar).
secara istilah, Qalqalah artinya suara tambahan (pantulan) yang kuat dan jelas yg
terjadi pada huruf yang bersukun. huruf-huruf Qalqalah ada lima dan dapat di
sebut dengan BAJUDITOKO
Qalqalah sugro yaitu secara istilah ialah jika huruf Qalqalah bertanda sukun di
tengah kalimat.

2. tuliskan contoh dari seluruh huruf qalqalah kubro...?
jawab : qaf = biulhaqqi
tha = muhiitun
ba = hisaabin
jim = bahiijin
dal = somadu

3.1. kitab taurat di turunkan kepada nabi musa as. di gunung sinai. isinya
mengandung sepuluh hukum tuhan yg dikenal dengan ten commandment. kitab
taurat adalah ajaran allah dan merupakan petunjuk yg benar bagi kaum bani
israil. dalam surah al-maidah ayat 44.
2. kitab zabur diturunkan kepada nabi daud as. pokok ajarannya ialah tentang
kewajiban menyembah allah yg maha esa. dalam surah al-isra ayat 55.
3. kitab injil diturunkan kepada nabi isa as. secara garis besar sama dengan kitab
allah yang sebelumnya. firman allah dalam surah al-maidah ayat 46.
4. kitabal-qur'an diturunkan kepada nabi muhammad saw. sebagai penyempurna
kitab sebelumnya, kemurnian al-qur-an sampai saat ini dan seterusnya akan
terpelihara ke asliannya. allah menjamin bahwa al-qur-an akan selalu terjaga
keasliannya sampai akhir zaman. sesuai firman allah dalam surah al-hijr ayat 9.
4. 1. kitab taurat
artinya : sesungguhnya kami telah menurunkan kitab taurat didalamnya (ada) petunjuk
dan cahaya (yg menerangi) yg kitab ini diputuskan perkara orang-orang yahudi
oleh nabi-nabi yg menyerahkan diri kepada allah oleh orang-orang alim mereka
dan pendeta-pendeta mereka disebabkan mereka diperintahkan memelihara
kitab-kitab allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya.
2. kitab zabur
artinya : dan kami berikan kitab zabur kepada daud.
3. kitab injil
artinya : dan kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi bani israil) dengan Isa Putra Maryam,
membenarkan kitab yang s4ebelumnya, yaitu taurat. dan kami telah memberi
kan kepadanya kitab injil, sedangkan didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya
(yang menerangi).
4. kitab al-qur'an
artinya : sungguh kami telah menurunkan Adz zikir (al-qur'an) dan sungguh kami yg akan
memeliharanya.

0 komentar:

Poskan Komentar